Teacher Ana, Kepala Sekolah SMP Lazuardi Al Falah, menginisiasi sebuah program berbasis lingkungan sebagai tindak lanjut dari partisipasinya dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Kepala Sekolah. Diseminasi ini berfokus pada integrasi konsep Deep Learning ke dalam mata pelajaran melalui kegiatan praktik yang konkret.
Tr. Ana mengusung program unggulan bertajuk "Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Kebun Sekolah dan Budidaya sebagai Penguatan Pembelajaran Berbasis TFU (Teaching for Understanding)”, sebuah kerangka kerja yang memastikan siswa benar-benar memahami materi, bukan sekadar menghafal.
Program Pemanfaatan Lahan Kosong bertujuan mengubah area yang tidak terpakai di sekolah menjadi laboratorium hidup. Siswa akan terlibat langsung dalam proses:
Perencanaan dan Budidaya: Menganalisis jenis tanaman yang cocok, merencanakan tata letak kebun, hingga praktik menanam dan merawat.
Penguatan TFU: Kegiatan berkebun ini akan diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran. Contohnya, pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) akan menguji kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman, pelajaran Matematika akan menghitung hasil panen dan modal, sementara pelajaran Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk membuat laporan atau journaling proses budidaya.
Melalui pendekatan ini, siswa SMP Lazuardi Al Falah didorong untuk mengembangkan kompetensi kunci Deep Learning seperti Kolaborasi (saat bekerja di kebun), Berpikir Kritis (saat memecahkan masalah hama), dan Karakter (disiplin merawat tanaman).
Tr. Ana menekankan bahwa implementasi TFU melalui kegiatan budidaya ini tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati terhadap lingkungan, dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Program ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Lazuardi Al Falah untuk mewujudkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berbasis konteks nyata.
1.png)